guys,kita muncul lg di media cetak....just read this in case u dun get the latest Kicau at ur home....
LAUNCHING BREAK di MOE JAZZ HOUSE
Selamat datang di dunia film! Mulai 26 Agustus 2007, warga Bintaro Jaya yang menggandrungi film bakal dapat berharap lebih. Lebih mengakrabi, menagpresiasi dan bisa saja lebih serius mencintai film. Namun yang jelas, lebih banyak teman danrelasi tetap menjadi core dari sebuah komunitas.
Pada minggu siang yang cerah itu, Moe Jazz and Lounge menjadi lebih bernuansa film ketimbang musik jazz. Beberapa poster film lokal tampak dipajang sekeliling kaca kafe. Sesekali terlihat para anggora Break dengan kaos polo kebesaran mereka, menerima para pecinta film Bintaro yang terus berdatangan.
Mira Lesmana, penasehat Break hadir paling awal. Disusun Edwin, filmmaker muda serta Teddy Soeriaatmadja dan sang istri, Raihaanun. Slamet Rahardjo yang ditakutkan tidak hadir, akhirnya datang juga. Malah, mampu membuat suasana makin asyik dan acara jadi tambah seru. Belum lagi kita terhibur oleh parade film pendek, sudah ada games dan doorprizes dari Edward Forrer dan Bank Niaga. Seiring pemotongan kue tart Break secara simbolis oleh Slamet Rahardjo, Mira Lesmana dan Rio Aribowo,ketua Break, maka komunitas film ini resmi eksis di Bintaro Jaya.
Film,Bintaro dan Insan Film
Terbentuknya komunitas film Bintaro,Break bermula dari sebuah pemikiran sederhana: saya suka film, saya warga Bintaro Jaya dan Bintaro Jaya dihuni banyak insan film. Setelah memohon restu dari beberapa insan film yang tinggal di Bintaro Jaya serta pimpinan redaksi majalah kesayangan warga ini,maka muncullah iklan 'tantangan' kepada para warga untuk membentuk sebuah komunitas film.
Tak disangka-sangka, responnya luar biasa. Makinlama, jumlah warga yang terpikat makin bertambah. Hingga saat ini telah lebih dari 90 orang mendaftar. Baik via sms, telpon atau mendaftar langsung ke kantor redaksi Kicau Bintaro. Komunitas ini berhasil memikat warga yang berasal dari beragam kalangan,mulai dari pelajar, mahasiswa,karyawan kantoran, pengusaha,manager,musisi,chef sampai ibu rumah tangga. Wow..!!
Akhirnya,Break
Dari sekian banyak anggota yang mendaftar, akhirnya terpilih secara alami beberapa orang yang rela dan ikhlas mengorbankan sebagian kecil waktunya untuk memikirkan komunitas ini. Ya, komunitas ini harus memiliki nama, struktur, dan kegiatan yang harus dirancang ke depan. Setelah melalui voting yang selalu diadakan setiap memutuskan sesuatu, akhirnya terpilih nama Break (Bintaro Movie Freak) sebagai identitas.
Harapannya, Break mampu dijadikan rumah kedua bagi para warga Bintaro Jaya dan sekitarnya yang mencintai film dan mudah-mudahanmemberi kontribusi buat perfilman Indonesia. It's a BREAK time..Action !!
No comments:
Post a Comment