Artikel ini ditulis oleh Damang N.Lubis
=========================================================
Minggu (5/9) kemarin, sekelompok pemerhati film dan televisi di Bintaro berkumpul di Moe Cafe Bintaro Sektor 3A. Komunitas yang bernama Break ini untuk pertama kalinya nonton bersama dalam program diskusi film Sunday Movie Moe Cafe.
Komunitas ini sangat demokratis, mereka mengadakan voting atau pemungutan suara untuk menentukan film apa yang akan disaksikan. Lima film yang divoting adalah Hard Candy,Pocong 2, Phone Booth, dan Delichtessen. Film yang banyak dipilih anggota Break ini adalah Phone Booth.
Setelah menonton film pilihan, komunitas yang beranggotakan 80 orang ini melanjutkan kegiatan dengan diskusi membedah film Phone Booth. Pembicaranya adalah Suzen HR Tobing,seorang pemerhati film dari IKJ sekaligus penggagas Sunday Movie Moe Cafe.
Pembahasan sore hari itu mengenai sisi sinematografi dan dramaturgi sebuah film. Berdasar pada film Phone Booth, Suzen dan anggota Break juga berbicara tentang bagaimana memproduksi sebuah film dengan pengaturan yang sederhana, dan menghasilkan ide cerita berkualitas yang dapat memukau penonton.
Menurut Rio Aribowo, ketua Break, kegiatan ini merupakan acara perdana sebelum komunitas ini mengadakan peresmian terbentuknya komunitas pencinta film Bintaro pada tanggal 26 Agustus nanti. "Rencananya, setelah peresmian kami akan mencoba untuk membuat workshop, tidak menutup kemungkinan kami juga akan membuat film" kata Rio. Rio juga menambahkan bahwa komunitas ini terbuka bagi mereka pencinta dan pemerhati film dari Bintaro Jaya dan sekitarnya. Gabung yuk!....
Untuk informasi lebih lanjut tentang Break, dapat menghubungi 08179900855
=========================================================
Minggu (5/9) kemarin, sekelompok pemerhati film dan televisi di Bintaro berkumpul di Moe Cafe Bintaro Sektor 3A. Komunitas yang bernama Break ini untuk pertama kalinya nonton bersama dalam program diskusi film Sunday Movie Moe Cafe.
Komunitas ini sangat demokratis, mereka mengadakan voting atau pemungutan suara untuk menentukan film apa yang akan disaksikan. Lima film yang divoting adalah Hard Candy,Pocong 2, Phone Booth, dan Delichtessen. Film yang banyak dipilih anggota Break ini adalah Phone Booth.
Setelah menonton film pilihan, komunitas yang beranggotakan 80 orang ini melanjutkan kegiatan dengan diskusi membedah film Phone Booth. Pembicaranya adalah Suzen HR Tobing,seorang pemerhati film dari IKJ sekaligus penggagas Sunday Movie Moe Cafe.
Pembahasan sore hari itu mengenai sisi sinematografi dan dramaturgi sebuah film. Berdasar pada film Phone Booth, Suzen dan anggota Break juga berbicara tentang bagaimana memproduksi sebuah film dengan pengaturan yang sederhana, dan menghasilkan ide cerita berkualitas yang dapat memukau penonton.
Menurut Rio Aribowo, ketua Break, kegiatan ini merupakan acara perdana sebelum komunitas ini mengadakan peresmian terbentuknya komunitas pencinta film Bintaro pada tanggal 26 Agustus nanti. "Rencananya, setelah peresmian kami akan mencoba untuk membuat workshop, tidak menutup kemungkinan kami juga akan membuat film" kata Rio. Rio juga menambahkan bahwa komunitas ini terbuka bagi mereka pencinta dan pemerhati film dari Bintaro Jaya dan sekitarnya. Gabung yuk!....
Untuk informasi lebih lanjut tentang Break, dapat menghubungi 08179900855
No comments:
Post a Comment